Thursday, November 21, 2019

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Dan Toksoplasmosis Otak

HIV (Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
HIV adalah nama virus yang menyebabkan terjadinya penyakit AIDS. Sedangkan AIDS adalah infeksi yang menyebabkan suatu spektrum penyakit yang menyerang sel-sel kekebalan tubuh (dimulai dari infeksi primer, dengan atau tanpa sindrom akut, stadium tanpa gejala, hingga stadium lanjut. Menurut WHO, ada 4 stadium AIDS yang diawali dengan stadium 1 tanpa gejala, dan diakhiri dengan stadium 4 yang hampir semua organ sudah terinfeksi (dari otak sampai otot).
Perkembangan HIV menjadi AIDS



Pemeriksaan darah yang diperlukan adalah anti-HIV,  pemeriksaan CD4, dan HIV RNA viral load. Klien diberikan edukasi tentang penyakit HIV-AIDS dan dikonsulkan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan obat anti-retro virus. Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan cara, yaitu: menghindari penggunaan jarum suntik dan alat suntik bersama, tidak menggunakan narkotika, setia pada pasangan dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pada orang lain, memahami cara penularan HIV, melaporkan apabila tertusuk jarum atau alat tajam lainnya (pisau cukur) yg telah digunakan oleh ODHA, minum obat pencegahan selama 6 bulan secara rutin bagi mereka yang terpajan, dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Toksoplasmosis Otak

Toksoplasmosis otak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii di dalam sistem saraf  manusia dalam bentuk radang otak. Gejalanya adalah sering nyeri kepala disertai demam, perubahan tingkah laku, dan dapat terjadi kejang, kelumpuhan pada setengah badan. Toksoplasmosis sering menyertai penyakit HIV-AIDS. Pencegahan yang dapat dilakukan oleh ODHA adalah melakukan pemeriksaan immunoglobulin G toksoplasma, tidak makan daging yang tidak dimasak dengan baik, buah dan sayur mentah, dan berobat rutin ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan ya.