Thursday, November 21, 2019

inilah 3 jenis gangguan cemas

Gangguan Cemas


Gangguan cemas adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan kecemasan, rasa khawatir yang berlebihan dan tidak rasional, bahkan terkadang tidak sesuai terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari, yang berlansung  hampir setiap hari dan paling sedikit selama 6 bulan, serta berhubungan dengan aktifitas atau kejadian (seperti pekerjaan dan aktifitas sosial). Penyebab pasti gangguan cemas belum diketahui, tetapi sejumlah teori menyatakan gangguan cemas berhubungan dengan faktor keturunan, konflik lama yang tidak terselesaikan, dan adanya gangguan di otak. Gangguan cemas dan GPZ biasa muncul bersamaan. Ada 3 jenis gangguan cemas, yaitu:

1.Gangguan cemas menyeluruh

Klien akan merasakan kecemasan berlebihan disertai gemetaran, kelelahan, sakit kepala, pernafasan pendek, badan berkeringat, jantung berdebar, mual, dan perut terasa kembung. Gangguan ini bersifat kronis dan dapat berlansung seumur hidup.

2.Gangguan panik

Gejalanya adalah serangan panik yang timbul tiba-tiba selam 10 menit dan ditandai dengan jantung berdebar, badan berkeringat, gemetar, sensasi rasa sesak napas, atau rasa tersedak. Klien dengan gangguan panik sering pergi ke unit gawat darurat di RS karena khawatir kena serangan jantung, tetapi jantung normal setelah diperiksa.

3.Gangguan stres pasca trauma

Gangguan ini terjadi akibat kejadian traumatik tertentu yang ditandai dengan adanya ingatan-ingatan kembali tentang peristiwa traumatik yang pernah dialami atau dapat dipicu oleh bau atau suara dari trauma tersebut, adanya mimpi buruk tentang kejadian tersebut, merasakan seakan-akan trauma tersebut terjadi kembali, dan menghindari berbagai situasi atau kondisi yang akan mengingatkannya akan peristiwa traumatik tersebut. Contoh kejadian traumatik adalah bencana alam, tindak kekerasan interpersonal, dan lain-lain. Gambaran gangguan stres pasca trauma, yaitu: gangguan kecemasan sosial/fobia sosial. Fobia merupakan suatu ketakutan yang tidak rasional dan terjadi secara jelas, menetap serta berlebihan terhadap suatu objek yang spesifik/ keadaan. Gejala klien yang fobia sosial adalah: saat bersama orang lain, klien akan merasa sangat cemas, waspada, takut, khawatir, mual atau sakit perut sehingga dia akan menghindari keramaian.
Gangguan cemas dapat dikurangi dengan melakukan meditasi, psikoterapi dan minum obat dari Dokter Spesialis Kejiwaan/ Psikiater.

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan ya.