Thursday, November 21, 2019

perbedaan antara hepatitis B dan Hepatitis C pada penggunaan zat narkotika

Hepatitis B 
Hepatitis B adalah penyakit peradangan pada hati disebabkan oleh virus hepatitis B masuk melalui pembuluh darah ke dalam tubuh. Orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena penularan virus hepatitis B adalah:
pengguna narkotika yang suka bertukar jarum suntik dan alat
suntik, pria homoseksual yang aktif secara seksual, infeksi hepatitis B pada pasangan dan ibu hamil, penerima transfusi darah dari pasien yang terinfeksi hepatitis B dan riwayat tertusuk jarum suntik atau terkena cairan tubuh individu yang memiliki risiko tinggi hepatitis B. Gejala penyakit hepatitis B adalah sklera mata dan kulit berwarna kuning, mual dan muntah, nyeri perut bagian kanan atas, badan terasa pegal, diare, nafsu makan hilang, kemerahan pada telapak tangan, bintik-bintik merah pada permukaan kulit yang menyerupai jaring laba-laba, air seni berwarna coklat seperti teh pekat, dan tinja berwarna pucat. Hepatitis B dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lain, seperti sirrosis hepatis dan kanker hati.

Gambar 2. Perbedaan gambar hati sehat dengan hati yang terinfeksi virus hepatitis B

Hepatitis C Kronik
Hepatitis C kronik adalah penyakit peradangan dan kerusakan pada hati yang disebabkan virus hepatitis C yang masuk melalui pembuluh darah ke dalam tubuh. Faktor risiko tinggi penularan hepatitis C adalah pengguna narkotika secara suntik intravena yang suka bertukar jarum suntik dan alat suntik, perilaku seksual yang berisiko tinggi, tertusuk jarum suntik dari pasien berisiko hepatitis C, dan lain-lain. Gejala hepatitis C adalah demam dengan suhu 37,4 0C – 38 0C penumpukan cairan di rongga perut, pembesaran hati dan limpa. Hepatitis C dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lain, seperti sirrosis hepatis dan kanker hati.
Sirrosis Hepatis
Sirrosis adalah penyakit hati kronis yang menggambarkan stadium akhir peradangan hati yang kronis yang disebabbkan oleh alkohol, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis autoimun, sirrosis, toksoplasmosis, dan lain-lain. Gejala awal penyakit ini adalah mudah lelah dan lemas, selera makan berkurang sampai berat badan menurun, mual, perut terasa kembung, impotensi dan pembesaran buah dada serta testis mengecil pada laki-laki. Pada stadium lanjut, klien akan mengalami gejala demam, warna kuning pada kulit dan sklera mata, gangguan tidur, perdarahan gusi, muntah isi lambung bersama darah, perubahan siklus haid, bintik-bintik merah pada permukaan kulit yang menyerupai jaring laba-laba di muka, bahu dan lengan atas, kemerahan pada telapak tanganpenimbunan cairan di rongga perut, buah dada membesar pada laki-laki, kaki bengkak, dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan ya.