Thursday, December 26, 2019

Gangguan Skizofrenia, definisi, penyebab tanda gejala dan faktor risiko Skizofrenia

1.Definisi Skizofrenia

Istilah skizofrenia berasal dari bahasa Yunani, yaitu schizo yang berarti split/perpecahan dan phren yang berarti jiwa. Pada tahun 2014 Sadock menyatakan  bahwa skizofrenia tidak digunakan untuk menunjuk kepada suatu kepribadian  individu, tetapi digunakan untuk menjelaskan terpecahnya pikiran individu pada gangguan jiwa ini.(Sadock,et al, 2014) 

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang bersifat berat karena dapat memberikan pengaruh buruk pada pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Stahl menyatakan bahwa skizofrenia memiliki gejala positif seperti halusinasi, waham, perilaku yang kacau, bicara yang kacau, dan gejala negatif seperti diam, hidup dalam dunianya sendiri, dan negativistik. (Stahl, 2013).


2. Penyebab Skizofrenia

Sampai saat ini, skizofrenia belum diketahui penyebab pastinya, tetapi sejumlah penelitian menyatakan bahwa skizofrenia adalah penyakit pada otak dan tidak disebabkan oleh faktor psikologis ataupun penyakit pada tubuh lain. (Salmon, Jenny Jory)

3.Faktor Risiko Skizofrenia

Individu yang memiliki faktor risiko skizofrenia adalah individu yang memiliki riwayat keturunan skizofrenia didalam keluarganya dan Individu yang menggunakan narkoba termasuk alkohol

4.Tanda dan Gejala Skizofrenia

Skizofrenia ditandai dengan adanya gejala positif dan gejala negatif.
Gejala positifnya adalah: (APA, 2013)
1.Halusinasi
Halusinasi terdiri dari halusinasi penglihatan dan halusinasi pendengaran. Contoh halusinasi penglihatan yaitu seseorang melihat orang atau benda atau objek yang sebenarnya tidak ada. Contoh halusinasi pendengaran adalah pasien mendengar suara” atau bisikan yang mengomentari tentang dirinya, atau pasien mendengar langkah kaki atau ketukan berulang.

2.Waham
Adalah suatu keyakinan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi dipertahankan dan tidak dapat diubah secara logis. (DepKes RI, 2000) 

Contoh waham adalah pasien menyakini dan mengakui bahwa dia adalah nabi atau juru selamat utusan Tuhan

3.Perilaku yang kacau
Perilaku agresif atau impulsif yang dapat terjadi tanpa diduga, seringkali juga ada perilaku perilaku yang “aneh” seperti berjalan berputar putar atau mondar mandir

4.Bicara yang kacau
Termasuk inkoherensi yaitu pembicaraan yang sulit dimengerti karena menggunakan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti, atau asosiasi longgar yaitu suatu kata kata yang tidak ada hubungannya dalam susunan kalimat

Sedangkan gejala negatif, adalah: (Stahl, 2013)
1.Afek tumpul adalah ekspresi perasaan sangat kurang

2.Alogia yaitu ada bicara lambat dan isi bicara kurang. Contohnya adalah jika diberikan pertanyaan, pasien cenderung menjawab singkat dan kosong

3.Asosial adalah penarikan diri secara sosial, seperti: tertutup, bersifat egois

4.Avolisi adalah ketidakmampuan dalam melakukan tingkah laku yang bertujuan. Contoh: lebih suka berada dirumah dan tidak melakukan aktivitas apapun dirumah, jadi pasien hanya diam saja.

5.Abulia adalah penurunan inisiatif atau hilangnya kemauan

6.Anhedonia adalah tidak tertarik untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, padahal kegiatan  tersebut disenangi oleh banyak orang

Seseorang disebut menderita skizofrenia apabila dalam periode 1 bulan, individu tersebut mengalami dua atau lebih gejala (positif disertai negatif) dan menimbulkan gangguan pada segi pekerjaan, akademik, hubungan interpersonal dan perawatan diri, yang dikuti dengan munculnya gejala lanjutan yang menetap selama 6 bulan.(DSM V, 2013)

5.Penatalaksanaan Skizofrenia

Penatalaksaan skizofrenia adalah terapi obat anti psikotik dan diberikan edukasi agar penyakitnya tidak menjadi berat

6.Cara Meminimalisir Gejala Skizofrenia

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh klien skizofrenia agar klien dapat hidup stabil dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari, yaitu:

  1. Klien rutin berobat ke Dokter Spesialis Jiwa/ Psikiater
  2. Klien patuh dalam minum obat yang diberikan oleh Dokter Spesialis Jiwa/ Psikiater
  3. Klien melakukan teknik untuk mengatasi halusinasi saat halusinasi datang, yaitu dengan cara menghardik atau mengusir halusinasi tersebut dengan suara tegas dan keras.
  4. Klien melaksanakan pola hidup sehat dalam kehidupannya, seperti makan makanan yang bergizi dan seimbang, tidak minum minuman yang mengandung alkohol, berolahraga yang teratur, istirahat yang cukup, beribadah yang rutin, menjaga kebersihan diri, dan tidak menggunakan narkoba.


No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan ya.