Kumpulan Soal Kesehatan Masyarakat dan kunci jawaban nya


KUMPULAN SOAL KESEHATAN MASYARAKAT

DETERMINAN KESEHATAN

1.Terjadinya suatu penyakit ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu perilaku. Berikut merupakan peranan determinan perilaku terhadap timbulnya penyakit hepatitis B pada anak jika dianalisis menggunakan teori Lawrence Green yaitu ……………………

a.Rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi sehingga menjadikan ibu kurang mengetahui manfaat imunisasi hepatitis B dan enggan membawa anak untuk diimunisasi Hepatitis B.
b.Adanya virus Hepatitis B yang berkembang di dalam tubuh seorang anak sehingga anak menderita hepatitis B.
c.Adanya keturunan penderita hepatitis B di dalam keluarga seseorang.
d.Kondisi resistensi tubuh sang anak terhadap pemberian obat hepatitis B.
e.Adanya ketidakseimbangan antara virus Hepatitis B, sistem kekebalan tubuh anak, dan lingkungan sekitar.

2.Berikut merupakan agen biologis penyebab penyakit yaitu………….

a.Udara
b.Air
c.Protozoa
d.Nyamuk dan banyaknya sampah di dekat tempat tinggal
e.Status Gizi

3.Seorang ibu mau membawa anaknya ke posyandu, karena tahu bahwa di posyandu akan dilakukan penimbangan anak untuk mengetahui pertumbuhannya. Anaknya akan memperoleh imunisasi untuk pencegahan penyakit, dan sebagainya. Tanpa adanya pengetahuan-pengetahuan ini, ibu tersebut mungkin tidak akan membawa anaknya ke posyandu. Faktor yang berperan dalam perilaku ibu tersebut adalah…

a.Faktor penguat
b.Faktor predisposisi
c.Faktor pemungkin
d.Faktor lingkungan
e.Faktor layanan kesehatan

4.Rendahnya atau tidak adanya jaminan sosial yang memadai bagi masyarakat, menyebabkan hidup penuh ketidakpastian dan rasa waswas dari hari ke hari, tidak adanya ketenangan. Situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini, merupakan salah satu sumber penyakit mental, spiritual, dan emosional bagi individu dan masyarakat. Faktor determinan yang menyebabkan masalah tersebut adalah…

a.Pelayanan Kesehatan
b.Perilaku
c.Sosial
d.Lingkungan
e.Genetika

SOAL 5 – 7
Dinas Kesehatan Kabupaten B, Jawa Barat, mewaspadai terjadinya peningkatan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Dari data di RSUD Kabupaten B, jumlah penderita DBD dua minggu terakhir sebanyak 245 orang, yang diantaranya enam orang meninggal.  Tercatat, pasien DBD terbanyak berasal dari daerah Tam Sel. Ternyata, terdapat satu perumahan yang tidak mengadakan Fogging. Akibatnya, hampir seluruh warganya terkena penyakit DBD, terutama anak-anak. Berawal oleh seorang anak bernama F yang masuk RS karna terkena DBD. Lalu, berlanjut 5 teman bermainnya juga dirawat selang 6 hari setelah F masuk RS. Mengetahui Kondisi perumahan tersebut yang membludak jumlah pasien yang terkena DBD, akhirnya Dinas Kabupaten B mengadakan Fogging Massal ke seluruh perumahan yang ada di Kabupaten B, dengan tujuan agar tidak bertambahnya lagi jumlah pasien yang terkena DBD.

5.Dari kasus diatas, Siapa yang berperan sebagai Host?

A.Dinas Kesehatan
B.F
C.Teman bermain F
D.Orangtua Farah

6.Apa Agent yang menyebabkan terjadinya penyakit DBD?

A.Perumahan F tidak melakukan Fogging
B.Sebab F bermain dengan teman-temannya
C.F terkena Gigitan Nyamuk Aides Aygepti
D.Orangtua F tidak memberikan Lotion Nyamuk untuk F

7. Apa Environment yang menyebabkan kasus tersebut?

A.Lingkungan Perumahan F
B.Taman Bermain F
C.RSUD Kabupaten B
D.Rumah F

8.Seorang ibu hamil di desa X yang berpenduduk sekitar 1000 orang mengetahui manfaat periksa kehamilan dari keluarganya di desa Y. Desa X memiliki Polindes, namun hampir tidak ada ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke Polindes karena Ibu Lurah dan Ibu tokoh lain di desa X berpendapat bahwa tanpa Polindes anak-anak mereka tetap lahir dengan sehat.
Soal :
Berdasarkan fakta tersebut diatas determinan kesehatan yang sangat mempengaruhi keputusan ibu tidak memeriksakan kehamilanya adalah :

A. Prilaku
B. Socioekonomi
C. Pelayanan kesehatan
D.lingkungan/sociocultural

9.  Status kesehatan masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor-faktor ini disebut juga sebagai determinan kesehatan. Sepanjang sejarah kesehatan masyarakat banyak ahli yang mempelajari dan memaparkan tentang determinan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah problem solving yang merujuk pada akar penyebab dari masalah yang dihadapi. Determinan kesehatan menurut teori Blum, terdiri dari:

a. Genetik, perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan
b. Genetik, kepercayaan, lingkungan, pelayanan kesehatan
c. Genetik, agent, host, lingkungan
d. Agent, host, lingkungan
e. Agent, host, pelayanan kesehatan

KEBIJAKAN KESEHATAN


1.Berikut ini adalah tahapan analisis kebijakan, yaitu ………….

a.Perumusan masalah, monitoring kebijakan, rekomendasi kebijakan, evaluasi kebijakan
b.Perumusan masalah, rekomendasi kebijakan, monitoring kebijakan, evaluasi kebijakan
c.Perumusan masalah, rekomendasi kebijakan, evaluasi kebijakan, monitoring kebijakan
d.Rekomendasi kebijakan, perumusan masalah, monitoring kebijakan, evaluasi kebijakan
e.Monitoring kebijakan, evaluasi kebijakan, perumusan masalah, rekomendasi kebijakan

2.Kebijakan kesehatan menurut Walt, 1994 adalah….

a.Segala sesuatu yang mempengaruhi faktor-faktor penentu di sektor kesehatan agar dapat mengembalikan kualitas kesehatan masyarakat dan bagi seorang dokter kebijakan merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan layanan kesehatan
b.Semua kegiatan yang tujuan utamanya untuk meningkatkan, mengembalikan dan memelihara kebijakan kesehatan
c.Semua kegiatan yang tujuan utamanya untuk meningkatkan, mengembalikan dan memelihara kesehatan
d.Kebijakan kesehatan didefinisikan sebagai suatu cara atau tindakan yang berpengaruh terhadap perangkat institusi, organisasi, pelayanan kesehatan dan pengaturan keuangan dari sistem kesehatan
e.Kebijakan kesehatan merupakan bagian dari sistem kesehatan

3.SDGs merupakan penyempurnaan dari MDGs yang lebih komprehensif dengan melibatkan lebih banyak negara baik negara maju maupun berkembang, memperluas sumber pendanaan, menekankan pada hak asasi manusia. Berikut ini merupakan stakeholder yang terlibat di dalam SDGs / tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Koordinasi, Perencanaan, Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu…………………………

a.Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan media, Filantropi dan Pelaku Usaha, serta Akademisi dan Pakar.
b.Kementerian Kesehatan dan masyarakat.
c.Perguruan Tinggi Negeri dan perguruan Tinggi Swasta
d.Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Organisasi Profesi (IDI, PPNI, IBI, dll)
e.RS Pemerintah, RS Swasta, Puskesmas

4.Stakeholder aktual maupun potensial yang teridentifikasi dalam kaitannya dengan kebijakan program KIA salah satunya adalah masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, dan balita. Stakeholder tersebut di dalam analisis Brysson memiliki peran sebagai………………………………

a.Subject
b.Player
c.Crowd
d.Contest Setter
e.Konten

5.Stakeholder yang aktif terlibat dalam pelaksanaan kebijakan, dimana stakeholder ini mempunyai kepentingan serta pengaruh yang tinggi terhadap pengembangan suatu program kebijakan, di dalam analisis stakeholder menurut Brysson berperan sebagai……………………………..

a.Subject
b.Player
c.Crowd
d.Contest Setter
e.Konten

6.Meningkatnya pengendalian penyakit merupakan salah satu dari Sasaran pokok yang ingin dicapai dalam Program Indonesia Sehat pada RPJMN 2015-2019. Sasaran pokok tersebut antara lain tercermin dari indikator yaitu………………..

a.Prevalensi merokok penduduk usia < 18 tahun
b.Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita
c.Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) anak baduta
d.Kepesertaan SJSN kesehatan
e.Jumlah kecamatan yang memiliki minimal 1 puskesmas terakreditasi

7.Sejak diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2014, implementasi kebijakan JKN masih sarat dengan permasalahan di lapangan. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah adalah menyusun sistem rujukan regional melalui percepatan akreditasi, pemenuhan tenaga kesehatan, penguatan sistem informasi yang terintegrasi antar rumah sakit rujukan regional, penerapan sister hospital antar RS Rujukan Nasional dan RS Rujukan Regional serta memperkuat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dengan menata dan memperluas klinik swasta dan dokter praktek perorangan. Beberapa upaya tersebut diatas dilakukan pemerintah untuk mengatasi kendala pelaksanaan JKN dari aspek?

a.Aspek Pembiayaan
b.Aspek Pelayanan
c.Aspek Kepesertaan
d.Aspek Pengorganisasian
e.Aspek Pendanaan

8.Di dalam program JKN, masih banyak peserta terutama bayi baru lahir dari keluarga tidak mampu yang belum menjadi PBI dan belum dijamin melalui JKN yang merupakan kendala proses administrative atau penetapan peserta JKN melalui keputusan menteri sosial. Persoalan tersebut adalah salah satu kendala pelaksanaan JKN dari aspek?

a.Aspek Pembiayaan
b.Aspek Pelayanan
c.Aspek Kepesertaan
d.Aspek Pengorganisasian
e.Aspek Pendanaan

9.Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari 9 agenda prioritas di dalam Nawa Cita. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama, yaitu:

a.Keluarga mengikuti program KB
b.Bayi mendapatkan ASI eksklusif
c.Penguatan Promotif dan Preventif : Gerakan Masyarakat Sehat
d.Penerapan Paradigma Sehat
e.Anggota keluarga tidak ada yang merokok

10.Penjabaran Visi dan Misi Presiden Joko Widodo tertuang di dalam RPJMN 2015-2019, salah satunya yaitu pembangunan kesehatan khususnya pelaksanaan Program Indonesia Sehat. Program Indonesia Sehat tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dari salah satu nawacita, yaitu………………………..

a.Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
b.Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
c.Melakukan revolusi karakter bangsa.
d.Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan emmberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
e.Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

11.Skenario: Untuk menekan masalah gizi balita, pemerintah melakukan gerakan nasional pencegahan stunting dan kerjasama kemitraan multi sektor. Kebijakan tersebut berupa program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Pertanyaan:
Di bawah ini yang bukan termasuk tahapan dalam proses pembuatan kebijakan pemerintah Untuk menekan masalah gizi balita,adalah ?

A. Identifikasi masalah
B. Menentukan prioritas masalah
C. Implementasi kebijakan
D. Mengkritisi pilihan yang tersedia
E. Menentukan nilai

12.Dalam proses pembuatan kebijakan diatas,
Manakah yang bukan termasuk prinsip dalam menentukan kebijakan kesehatan masyarakat?
A. Bukti ilmiah (evidence)
B. Ideologi (ideology)
C. Nilai (value)
D. Kepentingan politik (politics)
E. Standar (standard)

13.Nawacita merupakan sembilan prioritas pembangunan untuk 5 tahun ke depan pemerintahan. Apakah nama salah satu program Nawacita bidang kesehatan yang pelaksanaannya mirip dengan KPLDH?
A. PIS-PK
B. Program Ketuk Pintu
C. KJP
D. Nusantara Sehat

14.Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, Proporsi Imunisasi Dasar Lengkap pada anak usia 12-23 bulan mengalami penurunan dari 59,2% pada tahun 2013 menjadi 57,9% di 2018. Sedangkan proporsi anak yang tidak imunisasi meningkat dari 8,7% pada tahun 2013 menjadi 9,2% pada tahun 2018. Setelah dilakukan penelitian, salah satu faktor penyebab utama adalah tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap vaksin. Langkah apa yang dapat dilakukan kementerian kesehatan untuk mengatasi hal tersebut?

a.Berkoordinasi dengan Kepala Daerah untuk menginformasikan program pemberian vaksin
b.Berkoordinasi dengan Badan POM untuk menyediakan vaksin yang bermutu
c.Berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk menginformasikan manfaat pemberian vaksin
d.Berkoordinasi dengan Kominfo untuk membuat iklan terkait program pemberian vaksin

15. Mulai tahun 2016, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2015–2030 secara resmi menggantikan Tujuan Pembangunan Millennium (MDGs) 2000–2015. SDGs berisi seperangkat tujuan transformatif yang  disepakati dan berlaku bagi seluruh bangsa tanpa terkecuali. SDGs berisi 17 Tujuan. Salah satu Tujuan SDGs adalah mengatur tata cara dan prosedur masyarakat yang damai tanpa kekerasan, non diskriminasi, partisipasi, tata pemerintahan yang terbuka serta kerja sama kemitraan multi pihak.
Berikut di bawah ini yang benar mengenai  SDGS adalah :

a.Dokumen SDGs dirumuskan oleh para elite PBB dan OECD, di New York, tanpa melalui
proses konsultasi atau pertemuan dan survei warga.
b.SDGs mengandaikan bahwa negara miskin dan berkembang yang mempunyai pekerjaan rumah. Sementara itu negara maju mendukung dengan penyediaan dana
c.SDGs memandang semua negara memiliki pekerjaan rumah. Tiap–tiap negara wajib mengatasinya. Tiap–tiap negara harus bekerja sama untuk menemukan sumber pembiayaan dan perubahan kebijakan yang diperlukan.
d.Target dan sasarannya adalah separuh (50%):nmengurangi separuh kemiskinan. Target yang terlalu minimal. Banyak negara telah terlebih dahulu mencapainya


HAM

1.Non derogable rights adalah HAM yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apapun. Yang meliputi : hak atas hidup, hak bebas dari penyiksaan, perbudakan dsb, dalam hak ini negara mutlak harus memenuhi kewajibannya yang diatur dalam……….

a.pasal 28
b.pasal 29
c.pasal 30
d.pasal 31
e.pasal 32

2.Seorang lelaki paruh baya memasuki pintu stasiun kereta api. Lelaki itu kemudian duduk di ruang tunggu stasiun dan menyalakan rokok. Kondisi ruang tunggu stasiun sangat ramai, mulai dari anak, remaja, dewasa, dan lansia yang juga menunggu datangnya kereta api. Lelaki paruh baya tersebut menghisap rokok dan mengeluarkan asap rokok yang mengakibatkan anak kecil yang berada di dekatnya batu-batuk. Berdasarkan kasus tersebut, tindakan lelaku paruh baya tersebut dapat dikatakan melanggar hak asasi manusia karena…………….

a.Merokok yang dikhawatirkan akan memicu kebakaran.
b.Merokok di siang hari.
c.Merokok dengan posisi duduk.
d.Merokok di tempat umum.
e.Merokok di dekat anak kecil.

3.Seorang ibu, usia 60th akan di rawat inap dikarenakan Congestif Heart Failure (CHF), terjadi penolakan di suatu RSU karena kamar rawat inap yang penuh dan ibu tersebut menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional milik pemerintah.
Pada kasus diatas, jaminan jesehatan sosial milik pemerintah tsb termasuk dalam UUD pasal berapa?

A. Pasal 28 H ayat (3) dan Pasal 34 ayat (2)
B. Pasal 28 I ayat (1)
C. Pasal 28 J ayat (1) dan pasal 34 ayat (2)
D. Pasal 28 J ayat 2
E. Pasal 28 H ayat 1

4.Hak asasi manusia merupakan salah masalah kasus diatas, pada UUD pasal berapakah  bab HAM ?
A. Pasal 30
B. Pasal 28A-I
C. Pasal 29
D. Pasal 31 dan 32
E. Pasal 33 & 34

5. Undang-Undang Republik Indonesia nomor berapa yang mengatur tentang HAM?
a. UU No. 36 Tahun 1999
b. UU No. 37 Tahun 1999
c. UU No. 38 Tahun 1999
d. UU No. 39 Tahun 1999


6. Deklarasi universal HAM (1948) mengatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan negaranya, baik secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilihnya secara bebas”. Hal ini terimplementasi di Indonesia dengan adanya?

a.Pemilu
b. Upaya Pendidikan
c. Pelayanan Kesehatan
d. Ketersediaan lapangan kerja

7. Jelaskan Hubungan antara Kesehatan dan Human Right di Indonesia beserta salah satu Implementasinya?

a.Hak pemerintah atas kesehatan agar setiap orang menjadi sehat.
b.Pemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang mahal
c.Indikator dipenuhinya hak atas kesehatan adalah adanya progressive realization atas tersedia dan terjangkaunya sarana pelayanan kesehatan untuk semua dalam kemungkinan waktu yang secepatnya
d.Implementasi hak atas kesehatan tidak harus memenuhi prinsip ketersediaan, keterjangkauan, penerimaan dan kualitas

SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAN SUMBER-SUMBER INTELEGENSIA

1.Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan, Informasi Kesehatan salah satunya terdiri atas informasi upaya kesehatan. Informasi upaya kesehatan sebagaimana dimaksud paling sedikit memuat informasi mengenai…………………….

a.Hasil penelitian dan pengembangan kesehatan dan hak kekayaan intelektual bidang kesehatan.
b.Penyelenggaraan pencegahan, peningkatan, pengobatan, dan pemulihan kesehatan, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
c.Sumber dana,  pengalokasian dana dan  pembelanjaan.
d.Jenis, bentuk, bahan, jumlah, dan khasiat sediaan farmasi; Jenis, bentuk, jumlah, dan manfaat alat kesehatan; dan  jenis dan kandungan makanan.
e.Jenis organisasi kemasyarakatan yang peduli kesehatan; dan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, termasuk penggerakan masyarakat.

2.Data dan Informasi Kesehatan dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan dapat berasal dari berbagai sumber. Sumber-sumber data tersebut dapat diperoleh dari ………….

a.Fasilitas kesehatan, termasuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan swasta.
b.Masyarakat, baik perorangan maupun kelompok
c.Rekam medik elektronik dan nonelektronik, serta kegiatan sensus dan survey, penelitian, pelaporan, dan atau cara lain dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
d.Informasi dan Indikator Kesehatan dari pengelola Sistem Informasi Kesehatan secara horizontal atau vertikal.
e.Data instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah terkait.

3.  Sistem Informasi Kesehatan adalah seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan.Definisi ini tertuang dalam .....
A. UU Nomor 44 Tahun 2009
B. PP Nomor 46 Tahun 2014
C. UU Nomor 36 Tahun 2009
D. KepMenkes 932/Menkes/SK/VIII/2002

4.Berdasarkan peraturan perundang-undangan di atas, tujuan adanya Sistem Informasi Kesehatan adalah…

A.Memberdayakan peran masyarakat, termasuk organisasi profesi dalam penyelenggaraan  Sistem Informasi Kesehatan
B.Menjamin kualitas dan mutu penyelenggaraan layanan kesehatan
C.Meningkatkan kerjasama dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan
D.Menyediakan data dan informasi terkait indikator  kesehatan dalam pelayanan kesehatan

5.Hasil penilaian implementasi e-health, menggunakan perangkat penilaian dari Comission on information and accountability (COIA) tahun 2013 menunjukan bahwa keenam komponen implementasi e-health sudah tersedia namun belum adequat, sehingga masih membutuhkan penguatan.
Dibawah ini yang termasuk 6 implementasi e-health adalah :
A. Kebijakan, infrastruktur, aplikasi, standar, tata kelola, pengamanan
B. Infrastruktur, aplikasi, kebijakan, tatakelola, komunikasi, standar.
C. Infrastruktur, aplikasi, kebijakan, tatakelola, peran pemerintah, genetik.
D. Infrastruktur, aplikasi, kebijakan, tatakelola, epidemologi, pengamanan

6. RS. Buah Hati membeli perangkat software sebesar 5M di tahun 2019 supaya hasil rekam jantung, USG jantung, treadmill dan pemeriksaan penunjang lainnya bisa terintegrasi langsung di SIRS. Tujuan utama manajemen informasi kesehatan adalah :
a. Menciptakan sistem komputer
b. Meningkatkan hasil perawatan kesehatan
c. Menerapkan manajemen peralatan.
d. Merancang sistem yang berhubungan dengan kesehatan


7. Seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan adalah definisi dari :
a.Informasi Kesehatan
b.Informasi
c.Sistem Informasi Kesehatan
d.Sistem Kesehatan Nasional
e.Sistem Kesehatan Daerah

PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI

1.Seorang wanita 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mengalami demam selama 4 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, dokter mendiagnosis sebagai demam berdarah dengue (DBD). Dokter kemudian memeriksa seluruh keluarga wanita tersebut yang menderita demam. Tindakan dokter tersebut masuk ke dalam pencegahan……….

a.Prompt Treatment
b.Dissability Limitation
c.Health Promotion
d.Early Diagnosis
e.Specific Protection

2.Triad epidemiologi adalah suatu model yang mengilustrasikan bagaimana penyakit menular dan menyebar. Ketiga faktor ini saling terkait dan bersinergi satu sama lain. Ketika salah satu dimensi tidak seimbang akan menyebabkan ketidakseimbangan kesehatan seseorang dan menyebabkan sakit. Triad epidemiologi tersebut terdiri dari :

a.Fisik, Kimia, Biologik
b.Reservoir, Vektor, Portal of entry
c.Agent, Host, Lingkungan
d.Genetik, Imunitas, Patologi
e.Perilaku, Genetik, Lingkungan, dan Pelayanan Kesehatan

3.Desain penelitian dengan cara membedakan status responden sebagai kelompok yang menderita suatu penyakit atau suatu kondisi kesehatan dan status responden yang sehat atau memiliki penyakit lainnya.  Desain penelitian yang dimaksud adalah:
a.Studi Potong Lintang
b.Studi Kasus Kelola
c.Studi kasus kontrol atau case control
d.Studi Eksperimental
e.Studi Case series (studi kasus berturut-turut)

4.Desain studi yang dalam pelaksanaannya mengikuti sebuah kelompok masyarakat sehat hingga timbulnya kasus sakit dalam kelompok tersebut, dan kemudian dicari faktor risiko yang terkait dengan penyakit tersebut, disebut studi :

a.Eksperimental
b.Kasus kelola
c.Potong lintang
d.Kohort

5.Untuk menguji kemampuan suatu vaksin, dapat diambil suatu kelompok anak kemudian diberikan vaksin tersebut. Sementara itu diambil kelompok lain sebagai kontrol yang hanya diberikan placebo. Setelah beberapa tahun kemudian dilihat kemungkinan timbulnya penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut kemudian dibandingkan antara kelompok percobaan dan kelompok control. Hal tersebut diatas merupakan contoh dari :
a.Studi riwayat kasus
b.Studi kohort
c.Epidemiologi eksperimental
d.Epidemiologi analitik

6.Besar angka menunjukkan seberapa kuat hubungan paparan dan kejadian penyakit, semakin besar angka menunjukkan semakin kuat hubungan dan menyatakan bahwa hubungan tersebut bersifat kausalitas. Hal tersebut diatas merupakan suatu criteria penelitian bersifat kausalitas berdasarkan prinsip Hill’s Postulates yaitu :

a.Strength of Association
b.Consistency of the observed association
c.Biologic plausibility
d.Biologic gradient

7. Berdasarkan pengamatan dan catatan di sebuah puskemas mengenai penyakit morbili, diketahui bahwa dalam 2 minggu terakhir terdapat 12% kasus serupa dan 6% diantaranya harus menjalani rawat inap. Informasi tersebut memberikan gambaran tentang epidemiologi keajdian penyakit tersebut. Apakah kesimpulan yang dapat di ambil dari data tersebut?
a.Telah terjadi KLB morbili
b.Telah terjadi wabah morbili
c.Telah terjadi endemis morbili
d.Telah terjadi sporadis morbili
e.Telah terjadi pandemik morbili

8.Sebuah keluarga dengan 6 anggota keluarganya datang ke praktek anda dengan  mengeluh berak-berak cair banyak, mulas, muntah-muntah disertai diare lebih dari 6 kali mulai pagi hari hingga saat ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 2 orang  anak dalam keadaan dehidrasi sedang. Sebagai dokter pelayanan kesehatan tingkat  pertama tindakan paling tepat harus dilakukan adalah :

a.Merujuk 2 kasus dehidrasi sedang ke pelayanan kesehatan sekunder
b. Melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Puskesmas  setempat  sebagai penanggung jawab kesehatan wilayahnya
c.  Pengobatan ambulatoir anggota keluarga yang dehidrasi ringan
d. Melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Puskesmas setempat  sebagai penanggung jawab kebijakan kesehatan wilayahnya
e. Melakukan penggalian informasi tentang faktor penyebab terjadinya berak-muntah keluarga tersebut

PENDEKATAN BIOSTATISTIK

1.Seorang ahli kesehatan masyarakat ingin meneliti hubungan gaya hidup, status gizi, dan aktivitas fisik terhadap angka kejadian penyakit jantung koroner. Variabel status gizi kemudian dikategorikan kembali oleh peneliti tersebut menjadi gizi kurang, gizi cukup / normal, overweight, dan obesitas. Apakah skala pengukuran yang tepat untuk variabel status gizi seperti kasus diatas?
a.Nominal
b.Ordinal
c.Ratio
d.Numerik
e.Interval

2.Kesalahan akibat daftar unsur populasi (population frame) yang tidak benar, infomasi yang tidak benar pada buku catatan inventori, pemilihan anggota sampel yang keliru, sensitivitas pertanyaan, kesalahan dalam pengumpulan informasi tentang sampel disebabkan oleh bias pewancara yang disengaja atau tidak disengaja, atau kesalahan-kesalahan dalam memproses informasi sampel. Hal ini termasuk contoh kesalahan yang dapat mempengaruhi kualitas pengambilan sampling, yaitu…………………..

a.Variasi Acak (random variation)
b.Kesalahan Spesifikasi (mis-specification of sample subject)
c.Kesalahan penarikan sample (sampling error)
d.Kesalahan Pengukuran (Measurement Error).
e.Kesalahan karena ketidaklengkapan cakupan daftar populasi (coverage error).

3.Sampel menjadi komponen penting dalam sebuah penelitian. Sampel dianggap dapat mewakili populasi tertentu sesuai tujuan penelitian. Dalam terknik pengambilan sampel ada beberapa cara. Sampel yang homogen dengan letak geografis yang berdekatan, dibuat kerangka sampelnya. Sampel pertama diperoleh secara acak, sedangkan sampel kedua dengan menjumlahkan kelipatan dari sampel pertama. Teknik pengambilan sampel seperti ini disebut:

a.Multistage random sampling
b.Cluster random sampling
c.Stratified random sampling
d.Simple random sampling
e.Systematic random sampling

4.Berikut langkah-langkah dalam statistik:
1.Penganalisaan data
2.Penarikan kesimpulan
3.Pengumpulan data
4.Penyajian data
5.Pengolahan data
Urutan yang benar dari langkah-langkah statistik di atas adalah:
Piliham Jawaban:
a.1-3-4-5-2
b.1-5-3-2-4
c.3-5-1-2-4
d.3-5-4-1-2
e.3-5-1-4-2

PENDEKATAN SOSIAL

1.Determinan sosial adalah kondisi dimana seseorang dilahirkan, tumbuh, hidup, bekerja, dan tua, termasuk di dalamnya kondisi sistem kesehatan. Sedangkan kontekstual determinan sosial kesehatan (CDSH) adalah termasuk seluruh mekanisme sosial dan politik yang berkembang, konfigurasi dan dukungan hierarki sosial termasuk pasar buruh, system pendidikan, institusi politik, dan nilai sosial dan budaya lainnya. Dalam CDSH, “structural mechanisms: adalah akar kunci dari sebuah institusi dan proses sosial ekonomi dan konteks politik. “structural mechanisms” dan  “resultant socioeconomic position of individuals” bersama-sama membentuk suatu “structural determinants” dan menimbulkan “social determinants of health inequities.” Social determinants of health inequities beroperasi melalui suatu paket “intermediary determinants of health” untuk membentuk dampak kesehatan. “structural determinants” dan “intermediary determinants of health” merupakan prioritas yang menyebabkan faktor structural. Berikut ini kategori utama dari intermediary determinants of health yaitu :

a.Material, Psikososial, Faktor Biologi dan Perilaku, dan Sistem Kesehatan
b.Pendidikan, Kelas Sosial, Jenis Kelamin, dan Ras/Etnis
c.Genetik, kondisi lingkungan yang aman dan nyaman, perumahan yang bebas dari keramaian
d.Proteksi kesehatan masyarakat yang komprehensif dari pencegahan primer sampai dengan pengobatan.
e.Genetik, dan tingkat pengetahuan individu dan masyarakat.

2.Pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Untuk itu diperlukan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan atau masyarakat. Pada Kecamatan Y, terdapat sebauh desa yang begitu sulit untuk dimasuki karena tidak tersedianya sarana transportasi umum dan jalan menuju desa tersebut. Satu-satunya fasilitas pelayanan kesehatan yang ada yaitu Poskesdes yang minus tenaga kesehatan. Program Pelayanan Kesehatan Daerah Terpencil (PKDT) yang dilaksanakan Dinkes setempat tentu saja tidak cukup dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan di daerah tersebut. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengubah pandangan masyarakat dari pengguna layanan menjadi provider dalam batasan tertentu melalui upaya pemberdayaan. Strategi di atas disebut dengan……………..

a.Pengembangan kebijakan berwawasan eksehatan
b.Advokasi kesehatan
c.Peningkatan edukasi
d.Pemberdayaan lingkungan sekitar
e.Reorientasi pelayanan kesehatan

Related Posts

Subscribe Our Newsletter